Pertolongan di air

Ketrampilan pertolongan di air merupakan bagian dari keselamatan di air. Artinya jika anda ingin mempelajari pertolongan di air, anda wajib memahami terlebih dahulu keselamatan di air.

Seorang penolong harus dibekali dengan beberapa keahlian dasar

  1. Keselamatan di air. Meliputi kemampuan mengenal potensi bahaya dan bagaimana mengatasinya
  2. Memahami teknik pertolongan. Mulai dari yang paling aman sampai yang beresiko tinggi.
  3. Renang. Kemampuan renang sangat dibutuhkan jika contact rescue adalah pilihan satu-satunya
  4. Resusitasi Jantung Paru (RJP / CPR). Keahlian ini akan sangat dibutuhkan mengatasi kasus henti napas dan jantung yang sering terjadi pada korban tenggelam
  5. Pertolongan Pertama / First Aid. Terutama untuk cidera-cidera yang sering terjadi di perairan

Apa yang harus kita lakukan bila melihat kecelakaan di air ?

  1. Pastikan keselamatan anda terlebih dahulu. Abaikan orang lain jika anda sendiri sedang dalam posisi yang membahayakan diri anda
  2. Pastikan keselamatan orang-orang di sekitar anda
  3. Perhatikan potensi bahaya susulan yang mungkin bisa menimpa anda atau orang-orang di sekitar anda
  4. Kenali karakteristik korban yang akan anda tolong
  5. Lakukan pertolongan menggunakan teknik pertolongan yang paling aman dan efektif .
  6. Jika terjadi terdapat banyak korban, tolonglah yang terdekat dan termudah terlebih dahulu
  7. Setelah korban di tepi, lakukan pertolongan sesuai dengan cidera yang terjadi
  8. Selimuti korban untuk mencegah hipothermia
  9. Segera bawa korban ke pelayanan medis terdekat. Penanganan lebih lanjut mungkin saja diperlukan.

Adaptasi Postur

 

Kunci keberhasilan yang ke dua adalah adaptasi postur tubuh.

Layaknya bayi yang baru lahir, dia akan beradaptasi dengan dunia baru yaitu daratan.

Saat ini pun kita harus beradaptasi lagi dengan lingkungan air.

Sebenarnya banyak sekali teknik adaptasi postur di air, namun saya akan memberikan dasar paling utamanya saja yang sering kali kurang diperhatikan oleh sebagian kita.

 

 

Yang pertama..

Apakah setiap kali mengapung dengan posisi terlungkup, kaki anda tenggelam ?

Jika ya, coba koreksi posisi kepala anda..

Kesalahan kecil namun berdampak besar yang dilakukan oleh pemula, adalah berusaha melihat depan.

Ini menyebabkan kepala sedikit menengadah sehingga tulang belakang tertekan ke bawah.

 

COBA LAKUKAN DENGAN MELIHAT KE DASAR KOLAM, ANDA AKAN MERASAKAN PERBEDAANNYA

 

 

Yang kedua..

Apakah setiap kali mengapung dengan posisi terlentang, kaki anda tenggelam?

Jika ya, sekali lagi koreksi posisi kepala anda.

Kesalahan yang sering terjadi kerena berusaha melihat kaki..

 

COBALAH MELIHAT KE ATAS, DAN USAHAKAN TELINGA MASUK KE DALAM AIR, ANDA AKAN MERASAKAN PERBEDAANNYA

 

 

Yang ketiga….

Apakah anda sulit mengapung saat melakukan treading water, padahal buoyancy anda positif?

Coba rubah pola fikir anda..

Banyak sekali perenang saat melakukan treading water, berusaha agar seluruh kepala bahkan bahu keatas berada di atas permukaan air.

Khusus yang ini saya sulit menjelaskannya karena berhubungan dengan hukum-hukum fisika seperti archimedes, tekanan, buoyancy dll.

Tapi intinya, gunakan pelampung alamiah kita yaitu paru-paru dengan se maksimal mungkin

 

COBALAH MERUBAH LEVEL PERMUKAAN AIR MENJADI HANYA SEBATAS DAGU, ANDA AKAN MERASAKAN PERBEDAANNYA

 

 

Masih banyak bentuk adaptasi postur yang harus dipahami, namun itu semua pengembangan dari ketiga teknik di atas.

Silahkan mencoba, Jangan lupa untuk berdoa, peregangan dan pemanasan sebelum masuk kolam renang.

Yang paling penting, di saat anda belajar hendaknya ditemani oleh pelatih pribadi, teman atau saudara anda..

Pahami napas anda

Adaptasi pernapasan merupakan kunci utama dari keberhasilan dalam belajar renang. Hal ini berhubungan dengan sedikit merubah kebiasaan namun tetap se-natural mungkin.

 

PAHAMI NAPAS ANDA

Ada beberapa pengetahuan yang sangat mendasar yang akan kita bahas.

Yang pertama…

Tariklah napas anda kemudian tahan.

Buka mulut anda sambil menahan napas.

Keluarkah udaranya ? tentu tidak

JADI TIDAK PERLU TAKUT JIKA MULUT ANDA KEMASUKAN AIR

 

Yang kedua…

Tarik napas biasa kemudian tahan selama mungkin anda bisa.

Hitung berapa lama anda dapat menahan napas ? (menggunakan jam apa saja asal jangan jam pasir atau jam rusak)

Sudah ?

Sekarang ulangi sekali lagi namun dengan menarik napas yang dalam.

Bandingkan hasil keduanya.

Bagaimana hasilnya? Ajaib kan…

Anda mungkin tidak menyangka bahwa ternyata lebih lama yang pertama.

Mengapa?

Karena jika paru-paru terlalu meregang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

JADI TIDAK PERLU MENARIK NAPAS YANG DALAM SAAT BERENANG

 

Yang ketiga…

Hitung frekuensi napas anda permenit. Catat hasilnya.

Kemudian tarik napas dan tahan selama mungkin anda bisa.

Sudah ?

Sekarang, hitung lagi frekuensi napas anda permenit.

Bandingkan kedua hasilnya.

Lebih cepat yang mana ?

Benar .. lebih cepat yang kedua

Mengapa ?

Karena tubuh hanya mengambil 4 – 5% saja dari 20% kadar oksigen tiap kali kita hirup. Tubuh akan memerintahkan paru bekerja lebih cepat jika merasa kekurangan oksigen.

JADI KURANGI KEBIASAAN MENAHAN NAPAS JIKA SEDANG BERENANG


Kenali Tubuh Anda

Mungkin pernah timbul pertanyaan di dalam benak anda, mengapa kok orang lain mudah sekali belajar berenang , hanya dalam waktu singkat sudah bisa renang, sedangkan anda yang sudah berusaha lebih keras dan lebih lama tetap tidak bisa berenang juga.

 

Perlu difikirkan mungkin anda dikutuk… 😀

 

Mudah atau tidaknya seseorang belajar renang, tergantung dari daya apung (buoyancy) nya. Buoyancy setiap individu berbeda-beda tergantung dari berat jenis dan tingkat kerapatannya (Archimedes). Oleh sebab itu, anak kecil akan berbeda dengan orang dewasa, yang berotot akan beda dengan yang gemuk, yang kapasitas paru-parunya besar akan beda juga dengan yang kapasitas parunya kecil.

 

Buoyancy dikatakan positif jika mengapung dan negatif jika tenggelam. Namun juga ada yang diantaranya (melayang).

 

Buoyancy positif mudah untuk belajar renang, namun sulit menyelam. Sedangkan buoyancy negatif sebaliknya.

 

Yang manakah anda ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus tau cara menilainya.

  1. Tarik napas, kemudian tahan
  2. Posisikan badan terlungkup di permukaan air dengan wajah di dalam air
  3. Perlahan angkat kaki, sehingga membentuk posisi “jellyfish float”
  4. Mintalah rekan anda untuk menilai mengapung atau tenggelam

 

Bagaimana jika ternyata buoyancy saya negatif ?

Hmm… ternyata anda benar-benar dikutuk.. 😀

 

Seperti yang sudah saya bilang, JANGAN BERKECIL HATI. Karena saya akan memberikan beberapa tips untuk membantu anda.

Keselamatan di sungai

Sungai dapat menjadi sangat berbahaya. Letaknya yang sering berada di dekat pemukiman menyebabkan salah satu lingkungan air yang sering terjadi kecelakaan.

Potensi bahaya yang berada di sungai antara lain :

  • Arus sungai — Arus sering kali lebih kuat dari yang terlihat, bahkan kadang arus di dalam lebih kuat dibanding yang dipermukaan. Hal ini yang mengakibatkan orang salah menilai.
  • Perubahan level air dan kecepatan arus — Hujan lebat di area hulu sungai biasanya akan meningkatkan jumlah air dan kcepatan arus. Keadaan ini kadang tidak kita sadari karena di hilir tidak hujan.

    Sungai yang meluap -- (travelpanamablog.com)
  • Benda-benda yang hanyut atau berada di dasar sungai(strainer) — Benda-benda ini sangat berbahaya ketika kita berenang, menyelam, atau saat terjatuh ke sungai. Batang pohon, batu bahkan sampah dapat melukai kita.

    strainer
    Strainer -- (fish.state.pa.us)
  • Bantaran sungai yang tidak stabil — Terjadi karena gerusan air sungai dan biasanya terletak di bagian luar belokan sungai.
Bantaran tidak stabil
Bantaran tidak stabil -- (www.uprcd.org)
  • Dasar sungai yang tidak rata dan tidak stabil — Batu-batu yang mudah bergerak atau endapan lumpur yang tebal dapat menyulitkan kita saat berenang atau menyebrang sungai.

    Dasar sungai tidak rata
    Dasar sungai tidak rata -- (csmonitor.com)

Untuk menjaga keselamatan saat di sekitar sungai, ada beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain :

  • Jangan berdiri terlalu dekat dengan bibir sungai
  • Perhatikan bantaran tempat anda berdiri, apakah cukup stabil ?
  • Hati- hati melangkah di sungai, batu yang licin atau tidak stabil dapat membuat anda terjatuh
  • Jika ingin menyeberang sungai, carilah jembatan. Ini tindakan yang sangat bijaksana
  • Jika tidak ada jembatan, jangan menyeberang sungai jika kedalaman air di atas lutut
  • Jika sedang bermain atau memancing, sering-seringlah memperhatikan awan di sisi hulu sungai. Jika sangat mendung lebih baik meninggalkan sungai segera
  • Jika arus air menjadi lebih cepat atau warna air berubah menjadi keruh kecoklatan segera tinggalkan sungai. Kemungkinan terjadi peningkatan debit air di area hulu
  • Jangan bercanda dan saling dorong saat disungai, batu-batu di sungai dapat mencederai anda
  • Perhatikan selalu anak anda, arus yang kecil menurut anda belum tentu kecil terhadap mereka
  • Jika anda ingin berarung jeram, gunakan peralatan keselamatan yang standard (jaket pelampung, helm) dan didampingi oleh pemandu yang profesional