Mengapa saya kesulitan saat belajar renang ?

“Kenapa sih saya sangat kesulitan saat belajar renang ?”

Pertanyaan itu sering dilontarkan oleh sebagian peserta saat sebelum mulai latihan. Sebagian dari mereka bercerita sudah berkali-kali belajar baik dilatih oleh teman maupun oleh pelatih renang. Bahkan beberapa sudah sampai tingkat frustasi dan memutuskan untuk menerima takdir tidak bisa renang. Apakah anda berfikiran yang sama dengan mereka ?

Tunggu dulu.. Jangan terburu-buru putus asa. Kita kenali dulu apa yang menyebabkan orang dewasa cenderung sulit untuk belajar renang.

Daya apung (bouyancy)

Salah satu yang berpengaruh adalah daya apung. Semua Anak kecil memiliki daya apung yang sama yaitu mengapung. Namun jika sudah dewasa kan berbeda.

Pada umumnya pria mengapung, namun tidak sempurna. Tulang, otot dan kecilnya panggul membuat kaki cenderung lebih tenggelam. Bahkan sebagian orang tubuhnya tenggelam sempurna. Hal ini lah salah satu yang membuat sulit sekali untuk belajar renang. Kondisi ini membutuhkan pendekatan dan metode khusus untuk belajar renang.

Wanita memiliki karakter yang sedikit berbeda. Wanita cenderung mengapung sempurna, karena massa otot, tulang yang lebih kecil serta panggul yang lebih besar dari pria. Seharusnya dengan daya apung seperti ini akan lebih mudah untuk belajar renang. Namun faktanya untuk non swimmer, daya apung ini memiliki permasalahan sendiri yang mempersulit belajar renang. Metode dan pendekatannya akan berbeda.

Rasa Takut

Rasa takut bukan hal yang perlu dihilangkan. Takut dapat membuat kita lebih waspada dan belajar lebih banyak. Namun, takut yang berlebihan justru dapat menghambat proses belajar. Takut berlebihan akan menghalangi kita dalam mencoba sesuatu. Hal ini membutuhkan pemahaman yang baik tentang rasa takut, khususnya di air.

Waktu Luang

Sebagian besar orang dewasa memiliki sedikit waktu luang. Biasnya habis untuk kerja dan keluarga. Sehingga porsi waktu untuk belajar hal baru sangat sedikit. Selain itu orang dewasa biasanya tidak sabar mengikuti proses belajar. Inginnya instan. Padahal pelatihan renang pada umumnya bersifat instingtif atau membangun insting baru, sehingga membutuhkan waktu. Pemahaman tentang cara membangun insting, dapat membentuk metode yang efektif untuk dewasa.

Solusi

Belajarrenang.com memiliki metode yang sesuai untuk semua permasalahan di atas. Metode disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kesulitan setiap peserta. Cepat dan efektif.

Booking jadwal sekarang..

 

Terkagum-kagum ( Lagi )

Baru dapat kabar sangat baik. Ibu cucu saidah seorang klien difabel yang mampu menunjukkan bahwa beliau pun bisa berenang (baca “semua orang bisa berenang”) telah meng-upgrade kemampuannya dengan mengikuti kelas scuba diving. Beliau bersama suaminya telah berhasil menikmati indahnya pesona bawah laut tulamben bali. Beliau benar-benar selalu membuat saya kagum. Salut untuk bu Cucu Saidah dan pak Faisal.

Penasaran ?  ini videonya..

Semua Orang Bisa Renang

Kira-kira satu bulan lalu saya dihubungi oleh seorang ibu yang ingin belajar renang. Terdengar rutin sampai dengan sang ibu bercerita bahwa beliau mempunyai ketidaksempurnaan fisik pada kakinya sejak lahir. Tentu saja membuat saya cukup kaget, dan ketika beliau bertanya bisa atau tidak, saya hanya bisa menjawab “akan sulit, namun sangat mungkin untuk dilakukan”. Jawaban itu bukan tanpa alasan, karena saat di semarang saya pernah melatih seseorang yang mengalami amputasi sampai selutut. Dan seingat saya membutuhkan usaha yang sangat keras sehingga beliau bisa. Namun pada akhirnya tetap bisa berenang.

Pertemuan pertama lebih banyak mencari semua hal tentang beliau. Kelebihan, kekurangan dan semangat belajarnya. Saya menemukan justru semangat Beliau untuk bisa renang lah yang menjadi kelebihan terbesarnya. Keinginan beliau untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa dalam kondisi seperti beliaupun bisa melakukan hal-hal yang selama ini dianggap tidak mungkin. Salah satunya adalah renang. Keterbukaan beliau memudahkan saya untuk mengidentifikasi kelemahan dan kelebihannya.

Program pelatihan berjalan dengan baik. Bahkan bisa dikatakan sangat baik. Bagaimana tidak, Di hari ketiga beliau sudah bisa berenang keliling kolam kedalaman 2,5 meter selama lebih dari 10 menit tanpa berhenti. Berenang hanya dengan menggunakan tangan dan memanfaatkan momentum tubuh. Benar- benar luar biasa.

Hari sabtu kemarin adalah pertemuan keempat atau terakhir. Hari itu lebih di fokuskan pada memperhalus gerakan dan peningkatan kepercayaan diri. Permainan berupa puzzle dari besi harus diselesaikan dalam keadaan mengapung di air. Dan seperti saya duga, beliau dapat menyelesaikan tantangan dengan baik. Hari ini beliau baru saja sms bercerita bahwa dia sudah berani berenang sendiri tanpa pendampingan dan Yes, she is now officially a swimmer.

Banyak hal berharga yang saya dapat selama melatih beliau. Semangat dan determinasi beliau membuka mata saya bahwa kelemahan bukanlah hal yang harus diratapi. Jika mungkin dirubah, maka rubahlah. Jika tidak, maka terimalah dengan ikhlas. NAMUN yang paling penting jangan jadikan kelemahan itu sebagai alasan untuk menyerah. Dan tentu saja hal ini berlaku untuk segala jenis tantangan dalam hidup.

Terima kasih ibu cucu. Anda adalah salah satu guru terbaik saya.

 

Belajar dari penyelam handal

Bulan april lalu, saya mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan seorang penyelam handal (senior). Beliau adalah ketua umum POSSI DKI Jakarta Bapak Martin Wetik. Beliau juga seorang direktur sebuah perusahaan pelatihan keselamatan (PT. OSHI). Tentu saja awalnya saya langsung minder melihat reputasi beliau. Apalagi diskusi dilakukan bersama tim pelatih dari OSHI seperti mr. Andreas, pak norman dan pak agung yang notabene orang-orang dengan jam terbang tinggi. Tapi karena kali ini yang di bahas adalah survival swimming yang merupakan bidang saya, maka saya berusaha untuk santai.

Diskusi dimulai dengan menjabarkan konsep survival swimming, dimana Lebih menekankan pada teknik bertahan di air tanpa menggunakan alat bantu. Dengan teknik management pernapasan dan management posisi. Kemudian keterkaitannya dengan dunia diving dan sea survival. Di sinilah diskusi berjalan dengan sangat baik.

Pak Martin dan tim OSHI menunjukkan keingintahuan yang besar terhadap survival swimming. Jujur saya tidak menyangka orang dengan reputasi seperti beliau masih berusaha untuk mendalami banyak hal. Namun sekarang baru saya menyadari, justru sifat keingintahuan dan selalu belajar inilah yang menghantarkan beliau menjadi penyelam handal dgn reputasi seperti yang sekarang ini.

Pengetahuan saya yang minim tentang dunia diving pun tidak menghambat jalannya diskusi. Karena Beliau dan tim memberikan banyak sekali pengetahuan tentang dunia bawah air sehingga membuat pengetahuan saya tentang selam pun bertambah luas. Yang jelas ini membuat saya semakin semangat untuk menggeluti dunia selam.

Benar-benar hari yang menyenangkan. Banyak sekali yang saya dapat dalam sehari. Selain pengetahuan tentang dunia selam saya juga mendapatkan bahwa keinginan selalu belajar merupakan kunci dari kesuksesan. Dan tentu saja bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan.

Terima kasih Pak Martin, Pak Andreas dan tim OSHI.

 

oshi3
Mengapung dengan pakaian “all cover” 1
oshi1
Mengapung dengan pakaian “all cover” 1

 

pict : doc.  PT OSHI

 

 

 


Apakah buoyancy itu ?

Dalam bahasa fisika buoyancy ( daya apung ) adalah daya tekan keatas dari cairan terhadap sebuah benda yang berlawanan dengan massa benda dan efek gravitasi. Atau dalam bahasa sederhana, buoyancy adalah kemampuan mengapung dari sebuah benda pada cairan tertentu (misalnya air, raksa dan lain-lain).

Daya apung sangat dipengaruhi oleh perbandingan antara massa jenis benda dan cairan. Massa jenis atau sering di sebut sebagai densitas adalah tingkat kerapatan sebuah benda. Angka massa jenis / densitas didapat dari total massa benda dibagi dengan total volumenya.

Buoyancy
Buoyancy — (en.wikipedia.org)

Jika  densitas sebuah benda lebih besar dari densitas air, maka benda akan tenggelam biasa disebut buoyancy negatif. Jika lebih ringan, benda akan mengapung disebut positif, dan jika sama maka disebut netral.

Tentu saja hukum buoyancy ini akan mengalami modifikasi jika diterapkan pada teknik pembangunan kapal atau perahu. Ada faktor tambahan yang berperan yaitu Tegangan Permukaan.

Bagaimana dengan tubuh kita ?

Ada dua komponen yang berpengaruh.

Yang pertama adalah tubuh. Pada dasarnya ada empat faktor tubuh yang berpengaruh besar pada buoyancy

  1. Volume paru-paru : Semakin besar volume paru-paru, maka makin besar daya apungnya.
  2. Jumlah lemak tubuh : semakin besar / banya volume lemaknya, maka akan semakin besar daya apungnya. Ini menjelaskan mengapa orang gemuk justru mudah mengapung.
  3. Volume otot : Semakin besar volume otot, semakin kecil daya apungnya. Jika anda seorang binaragawan, maka anda memiliki kecenderungan memiliki buoyancy yang kurang positif
  4. Massa tulang : Semakin besar massa tulangnya, semakin kecil daya apungnya. Sehingga hampir semua anak-anak dan wanita memiliki buoyancy positif

Komponen yang kedua adalah air. Air yang berdensitas tinggi (air laut) akan membuat tubuh kita lebih mengapung dibanding dengan air yang berdensitas rendah (air kolam renang). Oleh sebab itu, orang yang daya apungnya cenderung negatif di kolam renang akan menjadi cenderung positif di air laut.

Namun masih ada faktor lain yang juga mempengaruhi daya apung seseorang, sehingga terdapat berbagai variasi daya apung.

Oleh sebab itu mengenali tubuh anda adalah hal yang pertama kali dilakukan dalam latihan renang, termasuk mengenali daya apung kita.