SURVIVAL SWIMMING PROGRAM

Jurnal

Terkagum-kagum ( Lagi )

Baru dapat kabar sangat baik. Ibu cucu saidah seorang klien difabel yang mampu menunjukkan bahwa beliau pun bisa berenang (baca “semua orang bisa berenang”) telah meng-upgrade kemampuannya dengan mengikuti kelas scuba diving. Beliau bersama suaminya telah berhasil menikmati indahnya pesona bawah laut tulamben bali. Beliau benar-benar selalu membuat saya kagum. Salut untuk bu Cucu Saidah dan pak Faisal.

Penasaran ?  ini videonya..


Semua Orang Bisa Renang

Kira-kira satu bulan lalu saya dihubungi oleh seorang ibu yang ingin belajar renang. Terdengar rutin sampai dengan sang ibu bercerita bahwa beliau mempunyai ketidaksempurnaan fisik pada kakinya sejak lahir. Tentu saja membuat saya cukup kaget, dan ketika beliau bertanya bisa atau tidak, saya hanya bisa menjawab “akan sulit, namun sangat mungkin untuk dilakukan”. Jawaban itu bukan tanpa alasan, karena saat di semarang saya pernah melatih seseorang yang mengalami amputasi sampai selutut. Dan seingat saya membutuhkan usaha yang sangat keras sehingga beliau bisa. Namun pada akhirnya tetap bisa berenang.

Pertemuan pertama lebih banyak mencari semua hal tentang beliau. Kelebihan, kekurangan dan semangat belajarnya. Saya menemukan justru semangat Beliau untuk bisa renang lah yang menjadi kelebihan terbesarnya. Keinginan beliau untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa dalam kondisi seperti beliaupun bisa melakukan hal-hal yang selama ini dianggap tidak mungkin. Salah satunya adalah renang. Keterbukaan beliau memudahkan saya untuk mengidentifikasi kelemahan dan kelebihannya.

Program pelatihan berjalan dengan baik. Bahkan bisa dikatakan sangat baik. Bagaimana tidak, Di hari ketiga beliau sudah bisa berenang keliling kolam kedalaman 2,5 meter selama lebih dari 10 menit tanpa berhenti. Berenang hanya dengan menggunakan tangan dan memanfaatkan momentum tubuh. Benar- benar luar biasa.

Hari sabtu kemarin adalah pertemuan keempat atau terakhir. Hari itu lebih di fokuskan pada memperhalus gerakan dan peningkatan kepercayaan diri. Permainan berupa puzzle dari besi harus diselesaikan dalam keadaan mengapung di air. Dan seperti saya duga, beliau dapat menyelesaikan tantangan dengan baik. Hari ini beliau baru saja sms bercerita bahwa dia sudah berani berenang sendiri tanpa pendampingan dan Yes, she is now officially a swimmer.

Banyak hal berharga yang saya dapat selama melatih beliau. Semangat dan determinasi beliau membuka mata saya bahwa kelemahan bukanlah hal yang harus diratapi. Jika mungkin dirubah, maka rubahlah. Jika tidak, maka terimalah dengan ikhlas. NAMUN yang paling penting jangan jadikan kelemahan itu sebagai alasan untuk menyerah. Dan tentu saja hal ini berlaku untuk segala jenis tantangan dalam hidup.

Terima kasih ibu cucu. Anda adalah salah satu guru terbaik saya.

 


Belajar dari penyelam handal

Bulan april lalu, saya mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan seorang penyelam handal (senior). Beliau adalah ketua umum POSSI DKI Jakarta Bapak Martin Wetik. Beliau juga seorang direktur sebuah perusahaan pelatihan keselamatan (PT. OSHI). Tentu saja awalnya saya langsung minder melihat reputasi beliau. Apalagi diskusi dilakukan bersama tim pelatih dari OSHI seperti mr. Andreas, pak norman dan pak agung yang notabene orang-orang dengan jam terbang tinggi. Tapi karena kali ini yang di bahas adalah survival swimming yang merupakan bidang saya, maka saya berusaha untuk santai.

Diskusi dimulai dengan menjabarkan konsep survival swimming, dimana Lebih menekankan pada teknik bertahan di air tanpa menggunakan alat bantu. Dengan teknik management pernapasan dan management posisi. Kemudian keterkaitannya dengan dunia diving dan sea survival. Di sinilah diskusi berjalan dengan sangat baik.

Pak Martin dan tim OSHI menunjukkan keingintahuan yang besar terhadap survival swimming. Jujur saya tidak menyangka orang dengan reputasi seperti beliau masih berusaha untuk mendalami banyak hal. Namun sekarang baru saya menyadari, justru sifat keingintahuan dan selalu belajar inilah yang menghantarkan beliau menjadi penyelam handal dgn reputasi seperti yang sekarang ini.

Pengetahuan saya yang minim tentang dunia diving pun tidak menghambat jalannya diskusi. Karena Beliau dan tim memberikan banyak sekali pengetahuan tentang dunia bawah air sehingga membuat pengetahuan saya tentang selam pun bertambah luas. Yang jelas ini membuat saya semakin semangat untuk menggeluti dunia selam.

Benar-benar hari yang menyenangkan. Banyak sekali yang saya dapat dalam sehari. Selain pengetahuan tentang dunia selam saya juga mendapatkan bahwa keinginan selalu belajar merupakan kunci dari kesuksesan. Dan tentu saja bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan.

Terima kasih Pak Martin, Pak Andreas dan tim OSHI.

 

Mengapung dengan pakaian "all cover" 1

Mengapung dengan pakaian "all cover" 2

posisi saat mengapung menggunakan all cover

Salah satu teknik "towing" tanpa alat bantu

Saya dan tim OSHI

 

pict : doc.  PT OSHI

 

 

 



Menikmati segarnya danau singkarak

Seminggu lalu dapat tugas dari kantor untuk ke sawahlunto. Kota kecil di Sumatra Barat yang terkenal dengan hasil tambang batu bara nya. Untuk mencapai kota ini dari kota padang harus melalui perbukitan yang diwarnai dengan tanjakan-tanjakan cukup terjal. Ga begitu jauh sih, cuma 2 – 3 jam perjalanan. Tapi karena jalanan yang naik turun serta berkelok-kelok lumayan bikin badan cape.

Kebetulan kegiatan kali ini adalah pelatihan water rescue, jadi akan sering bermain di air. Hari kedua kegiatan dilaksanakan di danau singkarak. kira-kira 1,5 jam dari sawahlunto. Begitu sampai lokasi saya langsung jatuh cinta sama nih danau. Selain pemandangannya yang sangat indah, airnya pun terlihat jernih.

Danau Singkarak

Tanpa menunggu lama, langsung saja menceburkan diri. Wuih.. seger banget. Sinar matahri yang cukup terik hari itu tidak bisa mengalahkan rasa segarnya air danau. Air nya jernih, ketika di tepi kita bisa melihat bebatuan di dasar danau sampai kedalaman 1,5 meter. Jika lebih ketengah pemandangan bawah air akan berubah menjadi kehijauan. Bukan berarti airnya tercemar sehingga berwarna hijau, tapi merupakan pantulan dari tanaman air yang tumbuh baik di dasar danau.

Pemandangan bawah air danau

Sudah lama saya renang tanpa kacamata renang. Soalnya kalo dikolam renang ada kaporitnya, mata jadi pedih kalo ga pake kacamata renang. Tapi di sini, mata terbuka lebar di dalam air pun sama sekali tidak terasa perih. Uniknya lagi, entah mengapa saat kita renang ikan-ikan kecil akan mendekat. Ikan kecil ini adalah ikan bilis yang memang memiliki habitat di danau ini.

Namun perenang harus berhati-hati, dari tepi danau sampai dengan jarak sekitar 50 meter ke tengah terdapat tanaman air yang tumbuh di dasar danau dan kadang menjulur sampai permukaan air. Kabarnya cukup banyak orang yang tenggelam akibat kakinya terjerat tumbuhan tersebut. Kaki saya pun juga sempat terjerat. Selain itu, ketika memasuki jarak 100 meter dari pinggir danau air mulai terasa dingin. Perenang bisa mengalami kram dan hipothermia.

Segeeeeer…

Yang jelas, jika anda sedang berkunjung ke sumatra barat, sempatkan untuk merasakan segarnya danau singkarak. Dijamin ga nyesel..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers